Forsila Announcements

IMPROVING DENTIST COMPETENCE FOR ASEAN MUTUAL RECOGNITION
12-13 Agustus 2017 | Hotel Gumaya, Semarang


Ilmu Anestesi::Ilmu Penyakit Dalam:: Bedah Mulut :: Ilmu Kedokteran Gigi Anak :: Ilmu Material Kedokteran Gigi:: Ilmu Penyakit Mulut :: IlmuKesehatan Gigi Masyarakat :: Konservasi :: Orthodonsia :: Periodonsia :: Prostodonsia






Forsila

diposting pada tanggal 18 Feb 2017 08.31 oleh Dedie Nugroho   [ diperbarui18 Feb 2017 08.41 ]

SAEC (ASEAN Economic Community) atau MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) merupakan integrasi ekonomi antara 10 Negara ASEAN. Integitas tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, pengakuan kualifikasi profesional, konsultasi lebih dekat pada kebijakan ekonomi makro dan keuangan. Integrasi MEA juga meliputi langkah-langkah pembiayaan perdagangan, peningkatan infrastruktur dan konektivitas komunikasi, integrasi industri di seluruh daerah, dan peningkatan keterlibatan sektor swasta

Bidang kedokteran gigi juga turut mendapat pengaruh dari MEA di Indonesia. Cakupan konsumen kini tidak hanya penduduk setempat, tetapi juga penduduk Singapura, Malaysia, dan banyak pasien lain dari negara ASEAN. Demikian juga, profesional asing dipersilahkan untuk bekerja di Indonesia tanpa melalui birokrasi yang rumit. Wacana selanjutnya adalah akan diberlakukan pengakuan kompetensi dokter gigi secara mutual antar negara ASEAN. Hal ini akan berimbas pada meningkatnya kompetisi tenaga profesional dokter gigi Indonesia dengan tenaga asing. Oleh Karena itu, dokter gigi Indonesia harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.

FORSILA III 2017 merupakan wadah pembelajaran dan pembaharuan pengetahuan serta ketrampilan di bidang kedokteran gigi. Forum ini diselenggarakan oleh FKG Universitas Islam Sultan Agung secara berkala agar dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi dokter gigi Indonesia. Materi forum ilmiah ini bersifat multidisipliner agar dapat memfasilitasi seluruh cabang ilmu kedokteran gigi.
FORSILA III 2017 juga merupakan ajang pembaharuan penelitian di bidang kedokteran gigi, melalui E-poster dan Short Lecture Competition. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan sarana publikasi kepada para peneliti baik dokter gigi maupun mahasiswa kedokteran gigi. Penelitian tersebut dapat berupa studi laboratoris, laporan kasus, serta literatur terbaru dengan tema bebas. Tema bebas diharapkan mampu mencakup seluruh bagian disiplin ilmu kedokteran gigi. dan mendukung kemajuan kompetensi dokter gigi Indonesia dalam menyongsong pengakuan mutual di tingkat ASEAN pada era MEA.

Perwujudan dari harapan tersebut memerlukan kerjasama berbagai pihak agar dapat terselenggara dengan baik dalam FORSILA III 2017. Pengharaan akan diberikan dalam bentuk hadiah (award) kepada peserta terbaik di setiap kategori E-poster dan Short Lecture Competition. Kami berharap perusahaan Bapak/Ibu dapat turut berperan aktif memberikan penghargaan terhadap para peneliti terbaik dalam ajang FORSILA III 2017.

1-1 of 1